4 Sep 2026 09:06
Sawahlunto adalah Cagar Budaya
Assalamualaikum Wr.Wb - Dari Sijunjung menuju Sawahlunto, penulis bersama rombongan diajak mampir ke Padang Laweh, karena waktunya ishoma. Lelah dan letih penulis sudah mulai rasakan, terkait perjalanan yang dilakukan secara naraton. Dikarenakan waktu sudah menjelang sore, penulis beserta rombongan langsung menuju penginapan untuk istirahat. Oleh karena itu rombongan tidak langsung ke PA Sawahlunto.
Kotanya kecil, dikelilingi bukit, berbentuk cekungan, setiap pandangan mata yang diarahkan ke penjuru mata angin yang nampak perbukitan. Oleh sebab itu akses masuk dan keluar dari kota itu jalannya berkelok, mendaki dan menurun dengan tikungan cukup tajam. Menurut penulis, _topografi_ Sawahlunto dengan tinggi-rendahnya permukaan, ada daerah datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Sepertinya topografinya mengalahkan wilayah lainnya, dibanding kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Sawahlunto adalah kota, wilayahnya kecil dikekilingi tiga kabupaten, yaitu kabupaten Sijunjung, kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar.
Pembinaan di PA Sawahlunto
Dusambut ibu Ketua, Hakim, Sekretaris serta aparat lainnya, penulis dan rombongan seoerti biasa menengok fisik gedung dan halaman serta lingkungan kantor. Sambil mendengar keterangan Ketua dan Sekretaris, penulis menyisir luar gedung dan melihat setiap ruangan baik lantai satu maupun lantai dua. Diakhiri dengan ramah tamah di ruang Ketua.
Di ruang sidang utama pembinaan dimulai jam 10.00 berlangsung sampai dengan jam 11.45. Seperti biasa acara dipimpin oleh ketua PA, penulis memberi motivasi, arahan dan pesan-pesan kepada seluruh aparat peradilan.
Penulis menyampaikan dalam pembinaannya, pentingnya sosok pimimpin dalam kesehariannya, dia harus menjadi contoh, teladan dalam bersikap dan berperilaku baik dalam ucapan maupun tindakan. Lebih tegas seorang pemimpin harus mampu menyelaraskan antara hati, lisan dan perbuatan.
Pada sisi lain, seorang pemimpin hendaknya bisa menerapkan _trilogi_ semboyan kepemimpinan, sebagaimana diciptajan oleh KI Hajar Dewantoro.
Ing Ngarso Sung Tulada (Di depan memberi teladan): Saat berada di depan, seorang pemimpin, harus mampu menjadi figur dan panutan yang baik dalam sikap, tindakan, dan perbuatan bagi orang-orang di sekitarnya.
Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat): Saat berada di tengah-tengah orang yang dipimpin, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan prakarsa, ide, kemauan, dan motivasi untuk terus berkarya serta bersemangat.
Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan): Saat berada di belakang, seorang pemimpin harus memberikan dorongan moral, arahan, dan kepercayaan penuh agar orang yang didukungnya bisa mandiri dan berkembang dengan baik.
Semboyan ini menggambarkan peran ideal seorang pemimpin yang hadir di setiap lini, menjadi contoh di depan, penyemangat di tengah, dan pemberi dorongan dari belakang
Selanjutnya penulis mengingatkan, permasalahan klasik yang selalu dihadapi di kantor adalah kurangnya _human resource_ sumber daya manusia (SDM). Hampir di setiap PA yang penulis kunjungi selalu disampaikan kurangnya sumber daya nanusia di kantor, sehingga seorang pehabat harus mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dijabat orang lain. Oleh sebab itu pemimpin harus mampu memberi semangat dan mengapresiasi kinerja bawahannya setiap saat. Prnulis juga mengatakan bahwa PTA selalu menyalurkan adpirasi PA ke pusat terkait SDM, tetapi keputusan akhir ada di pusat.
Banyak lagi yang disampaikan penulis, antara lain untuk terus nengingatkan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, kwalitas pelayanan serta mengedepankan etika. Semua itu demi untuk kepentingan orang yang memiliki masalah hukum di pengadilan.
Menuju WBBM
PA Sawahlunto patut diapresiasi atas prestasinys yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebuah prestasi yang prestisius dan menjadi kebanggaan bagi setiap satuan kerja. Oleh karena itu PA Sawahlunto harus bertekad dengan mempersiapkan sedini mungkin untuk meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). WBBM harus menjadi sasaran berikutnya. Meskipun tantangannya lebih sulit dan kompetisinya lebih ketat.
Kunjungan penulis diakhiri dengan berfoto bersama dengan seluruh aparat peradilan di halaman PA Sawahlunto.
Cagar Budaya di Sawahlunto
Pesan penulis kepada pembaca, siapapun yang bermalam di kota Sawahlunto, tidak lengkap jika tidak naik ke puncsk bukit Cemara. Satu titik spot dari punggung bukit yang tinggi di kota ini, kita bisa menikmati panorama kota di waktu malam ke seluruh penjuru kota. Penulis beserta rombongan tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini.
Kota Sawahlunto memiliki potensi yang sangat luar biasa, di samping bentang alam yang indah kota ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi dan cukup menggambarkan bagaimana sebuah kota modern dari abad ke-19 dibangun.
Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, ada empat etnis Minang, Jawa, Batak dan Cina, menjadikan salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak terdapat bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong ekonomi berbasis pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi "Kota Wisata Tambang yang Berbudaya".
Kota ini merupakan kota tambang batubara terbesar dengan dilengkapi jaringan kereta apinya sampai Teluk Bayur di kota Padang, demikian yang dijelaskan oleh pemandu wisata Dio Novriyanto, saat penulis mengunjungi museum kereta api di kota ini. Inilah museum kereta api kedua di Indonesia setelah museum kereta api Ambarawa di Semarang Jawa Tengah demikian kata sang pemandu.
Banyak sekali gedung, sarana dan prasarana yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda (abad ke 19), yang sekarang menjadi cagar budaya. Beberapa di antaranya, Silo tempat _clerance_(dibersihkannys) dan penyimpanan batu bara yang siap dikirim keluar, lubang tambang batubara, terowongan kereta yang luar biasa dan rumit sepanjang 882 m, merupakan terowongan terpanjang ketiga di Indonesia setelah yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagaimana keterangan pemandu, masjid agung yang semula PLTU dengan cerobong asap yang menjulang tinggi dan dijadikan menara dengan tanpa mengubah konstruksi bangunan. Demikian pula Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto, yang menjadi warisan dunia UNESCO. Kantor PT Bukit Asam bekas kantor pusat tambang batubara zaman Belanda yang sekarang menjadi hotel megah.
Sawahlunto memberi kesan mendalam dengan kondisi alamnya, warisan cagar budayanya dan masysrskatnya yang multi etnis, menjadikan _enjoy_ dan serasa _at home_ .
Terima kasih, semoga bermanfaat.
_Wallahu a'lam bi showab_
_Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in_
Wassalamualaikum Wr.Wb
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Padang, 4 September 2026
cm Wacana